PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini menyampaikan sebanyak 141 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga beras cukup signifikan.

Jumlah tersebut dihimpun dari total 283 kabupaten/kota yang terdeteksi mengalami kenaikan harga beras berdasarkan analisis BPS.

Sedangkan secara nasional jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) cenderung stabil dari minggu sebelumnya.

“Sebagian besar kenaikan IPH di Minggu Ketiga Oktober 2023 terjadi di wilayah Jawa, sedangkan penurunan IPH terjadi di wilayah Sumatera,” ucapnya saat Rakor Pengendalian Inflasi secara virtual bersama pemerintah daerah dan leading sektor terkait, Senin, 23 Oktober 2023.

Ia menyebut dari 73 persen kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Sumatera yang mengalami kenaikan IPH dan kenaikan harga tertinggi terjadi di Bolaang Mongondow dengan nilai IPH 6,19 persen.

Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng pada awal Oktober 2023, tercatat inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit sebesar 0,11 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117,40 pada September 2023.

--page

Pada rilis tersebut komoditas beras ikut menempati penyumbang inflasi bersama dengan bensin, ketimun, kacang panjang, ikan nila, es, buncis, ikan lele, biaya pulsa ponsel, dan solar. (HERMAWAN DP/R)