BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya sedang berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.
Dalam rangka ini, lima instansi utama telah bekerjasama untuk menyusun peta rawan bencana yang akan menjadi panduan dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.
Kelima instansi yang terlibat dalam penyusunan peta rawan bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Palangka Raya mempunyai fungsi dan tugas masing-masing.
Pertama, BMKG Provinsi Kalimantan Tengah memberikan kontribusi penting dalam analisis data cuaca dan kondisi iklim di wilayah tersebut. Informasi ini sangat berharga dalam memprediksi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Kedua, PUPR Kota Palangka Raya bertanggungjawab untuk memetakan infrastruktur, jaringan jalan dan tata ruang kota. Data ini akan membantu dalam menentukan lokasi strategis untuk pembangunan pos pemadam kebakaran.
--page
Ketiga, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Palangka Raya memberikan informasi mengenai vegetasi, hutan dan lahan di wilayah tersebut. Data ini akan menjadi dasar untuk menilai potensi kebakaran hutan dan lahan.
Keempat, BPBD Palangka Raya memainkan peran sentral dalam penyusunan peta rawan bencana.
Plt Kepala BPBD Palangka Raya, Berlianto, adalah narasumber utama dalam proyek ini, dan mereka berperan dalam mengoordinasikan upaya dari semua instansi terkait.
Kelima, Borneo Nature Foundation (BNF) adalah organisasi lingkungan yang fokus pada pelestarian alam Borneo.
Mereka memberikan pandangan ekspertise tentang ekosistem hutan dan lahan yang sangat berharga dalam upaya mitigasi kebakaran hutan.
Plt Kepala BPBD Palangka Raya, Berlianto, menjelaskan bahwa kolaborasi antara instansi tersebut akan membantu memitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan.
--page
"Peta rawan bencana ini akan menjadi alat penting dalam perencanaan dan penanggulangan bencana, serta dalam upaya menjaga lingkungan alam yang berharga di wilayah ini," katanya, Selasa, 24 Oktober 2023.
Diharapkan dengan kerja sama ini, Kota Palangka Raya akan menjadi lebih siap dalam menghadapi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan di masa depan. (HENDRI/H)









