BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Lembaga Kedamangan Wilayah Kapuas Hilir dan Perkumpulan Silat Kuntau Dayak Haur Bahenda Kalimantan Tengah telah melaksanakan acara Adat Tampung Tawar untuk Pj Bupati Kapuas, Erlin Hardi beserta Isteri, bertempat di Betang Manggatang Utus Sei Pasah.
Kegiatan itu juga dirangkai seremonial Batamat/kelulusan murid Perkumpulan Silat Kuntau Dayak Haur Bahenda.
Ritual Adat Tampung Tawar untuk Erlin Hardi dan Agustina Sri Rejeki yang baru menjabat sebagai Pj Bupati Kapuas dan Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas agar segala hambatan dan tantangan dapat dilalui dengan baik sehingga pembangunan di Kabupaten Kapuas bisa berkelanjutan sampai terpilihnya Bupati dan Wakil Bupat definitif nantinya.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Kapuas Erlin Hardi mengatakan, ritual yang dilaksanakan untuk dirinya dan isteri dilaksanakan adalah agar dalam pelaksanaan tugas menjadi Pj Bupati dan Ketua TP PKK Kabupaten Kapas dapat berjalan dan dilalui dengan baik.
“Saya berharap, dengan kegiatan ritual Adat Tampung Tawar ini menjauhkan segala halang rintangan kami dalam membangun dan melaksanakan tugas selama satu tahun ke depan dapat berjalan dengan baik dan lancar," katanya, Selasa, 24 Oktober 2023.
--page
Dia juga berterima kasih kepada Damang Kecamatan Kapuas Hilir bersama para Mantir atas dilaksanakannya acara ini sebagai kehormatan baginya dan keluarga.
"Karena tujuan dari tampung tawar dalam hakekatnya adalah doa keselamatan, doa ucapan syukur, kepada Tuhan Yang Maha Esa yang mana dalam tradisi adat dan budaya secara turun temurun dilaksanakan,” ucapnya.
Selain itu, dia juga menyampaikan seremonial Batamad atau kelulusan murid Perkumpulan Silat Kuntau Dayak Haur Bahenda Kalimantan Tengah ini patut diapresiasi bersama dalam pelestarian seni bela diri khas Suku Dayak.
“Harapan saya ke depan selain melestarikan budaya ini juga bisa memperkuat pertahanan adat untuk menjaga kehormatan serta harkat martabat Suku Dayak di Bumi Tingang Menteng Manunjung Tarung Kabupaten Kapuas Bumi Pancasila, ini pun harus dipromosikan sebagai suatu budaya yang bisa dilihat oleh orang luar Kapuas, Nasional bahkan Internasional,” pungkasnya. (DODI/H)









