BUPATI Pulang Pisau, Edy Pratowo mengatakan pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama.
Maka dengan masuknya pendidikan lingkungan hidup dalam kurikulum muatan lokal diharapkan anak didik akan memahami arti pentingnya lingkungan hidup sejak dini sehingga mereka bisa ikut melestarikan lingkungan hidup.
Pesan ini dikatakan bupati saat membuka Sosialisasi Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Hidup di Pusat Sarana Komunikasi Iklim (PSKI) Buntoi, Rabu (20/4/2016).
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pulang Pisau, Wartony mengatakan, kurikulum muatan lokal pendidikan lingkungan hidup sudah disusun pada 2015 dan diharapkan tahun ini masuk dalam mata ajaran. Sosialisasi ini dihadiri kepala UPTD dinas pendidikan, kepala sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA/SMK.
Dia menjelaskan masuknya pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum muatan lokal untuk mewujudkan generasi penerus yang sadar akan pelestarian lingkungan hidup.
“Pendidikan lingkungan hidup masuk dalam kurikulum muatan lokal mulai dari SD sampai SMA,” katanya.
Salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup sejak 2015 yang masuk ke sekolah adalah program adiwiyata.
Sasarannya pada dunia pendidikan, karena kepedulian lingkungan dimulai dari lembaga pendidikan dan itu lebih efektif dan lebih tertuju, karena pelajar adalah para calon intelektual.
“Mulai dari anak sekolah sangat tepat karena mereka yang akan membawa ke masa depan yang lebih baik,” terangnya.
“Dari jiwa, semangat, program kerja dan kurikulum semua harus bisa mengubah prilaku terhadap lingkungan dimulai sejak dini,” terangnya.
Dia berharap ke depan semua generasi muda Pulang Pisau lebih sadar masalah lingkungan. (DY/B-6)





