PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Barut) menar­getkan luas sawah untuk menanam padi musim tanam April-September 2016 mencapai 1.200 hektare yang tersebar di sentra produksi padi sawah Kecamatan Teweh Selatan, Gunung Timang dan Montallat.

Saat ini sebagian petani di sejumlah kecamatan mulai mengolah lahan untuk persiapan menanam padi.


“Ribuan hektare lahan persawahan irigasi teknis yang menjadi lokasi tanaman padi di Kecamatan Teweh Selatan wilayah desa Trinsing, Trahean dan Transbandep, desa Rarawa, Baliti dan Walur Kecamatan Gunung Timang dan Kelurahan Montallat II dan Tumpung Laung Kecamatan Montallat,” kata Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Barut Setia Budi, Selasa (19/4/2016).


Menurutnya, tanaman padi sawah ini merupakan program pemerintah yakni Kalteng Bensuh (Kenyang) seluas 500 hektare dan gerakan pengembangan tanaman padi pola jarwo (jajar legowo) mencapai 750 hektare dengan bibit jenis Ciherang, Mekongga dan Sertani.


“Para petani tersebut nantinya akan mulai menanam padi pada awal Mei nanti dan rencananya dilakukan penanaman padi sawah perdana oleh Bupati Barito Utara di Desa Trahean,” katanya.


Budi mengatakan, musim tanam II tahun 2016 ini melakukan uji coba padi ladang atau padi gunung seluas 10 hektare yang biasanya ditanam Oktober-Maret atau memasuki musim hujan dengan padi varietas Inbrida Padi Gogo (Inpago) 10 hektare di wilayah Desa Rimba Sari kecamatan Teweh Tengah. Tanaman padi ladang seluas 10 hektare merupakan program pemerintah yakni desa pertanian organik.


“Tahun ini juga pemerintah daerah bekerja sama TNI-AD melakukan perluasan dan pencetakan sawah baru se­luas 1.500 hektare yang merupakan program pemerintah dalam penguatan program ketahanan pangan nasional.


Dikatakannya, luas sasaran tanaman padi pada musim tanam April-September ini memang berkurang dibanding Oktober-Maret karena biasanya memasuki musim kemarau, sehingga petani hanya membuka lahan persawahan pada daerah tertentu. (sdk/B-5)