PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Suyuti Syamsul memaparkan perbedaan antara cacar monyet dan cacar biasa, agar masyarakat dapat memahami dan diberikan edukasi pencegahannya.

"Perbedaan utama antara gejala cacar air, dan cacar monyet adalah bahwa cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati), sedangkan cacar air tidak," jelas Suyuti saat dikonfirmasi, Borneonews.co.id, Rabu, 25 Oktober 2023.

Kemudian, ia menerangkan perbedaan lainnya pada cacar monyet, persebaran ruam berawal dari kepala, lebih padat di wajah dan anggota badan, serta muncul pula pada telapak tangan dan kaki.

Sedangkan pada cacar air, persebaran ruam dimulai dari kepala, padat di tubuh, dan tidak muncul pada telapak tangan dan kaki.

Ia menjelaskan, masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat pula 5 hingga 21 hari. Dan cacar biasa demam bisa 3-5 hari.

--page

Berbagai spesies hewan telah diidentifikasi rentan terinfeksi virus cacar monyet. Namun, masih ada ketidakpastian tentang sejarah alami virus ini. 

"Begitu pula sampai sekarang belum diketahui reservoir spesifiknya, dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Walaupun memiliki nama cacar monyet, namun monyet bukanlah reservoir utama," katanya.

Adapun pencegahan yang bisa dilakukan, agar memanilisir cacar monyet yakni menghindari hewan yang terinfeksi, rutin cuci tangan yang baik dan benar terutama saat melaksanakan kontak dengan hewan. (MARINI/j)