BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah M. Haris Sadikin meminta wartawan menjadikan kode etik jurnalistik sebagai prioritas utama saat meliput Operasi SAR (Search and Rescue).
Dalam situasi evakuasi korban SAR yang sering kali menghadirkan kondisi meninggal dunia, Sadikin menekankan pentingnya menghormati kode etik dalam pengambilan gambar dan penulisan berita.
Ia menegaskan bahwa dalam melaporkan kejadian tersebut, terutama yang melibatkan korban operasi SAR, wartawan harus menampilkan berita dengan data yang akurat dan menghindari dramatisasi yang tidak diperlukan.
"Prinsip dasar dalam meliput bencana, yaitu tidak menimbulkan trauma. Ia memperingatkan agar gambar-gambar yang berdarah atau mengerikan tidak ditampilkan, dengan tujuan menghindari memberikan ketakutan kepada masyarakat," katanya, Rabu, 25 Oktober 2023.
PWI Kalteng secara tegas mendukung secara penuh upaya untuk menjaga integritas jurnalistik, terutama dalam tugas-tugas kemanusiaan seperti operasi SAR, yang tidak lepas juga dari adanya insan pers dalam kegiatan tersebut.
--page
"Kami berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat, sambil menghormati martabat korban dan menjaga etika dalam melaksanakan tugas jurnalistik," katanya. (PATHUR/j)









