BORNEONEWS, Palangka Raya – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengingatkan tingginya prevalensi stunting Kalteng.
Staf Ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Pungkas Bahjuri Ali menyampaikan prevalensi stunting Kalteng berada pada angka 26,9 persen berdasarkan survei 2022.
“(Kalteng) masih lebih tinggi dibandingkan angka nasional 21,6 persen,” ungkapnya dalam rakor SDGs secara virtual di Aula Bappedalitbang Kalteng, Rabu, 25 Oktober 2023.
Data ini bersumber dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) kementerian kesehatan.
Namun, Pungkas Bahjuri mengapresiasi perkembangan Kalteng dalam penanganan stunting di wilayahnya yang terlihat dari data survei terus menunjukan penurunan signifikan sejak 2013.
--page
Ia mengingatkan, masih ada beberapa daerah di Kalteng yang masih berada diatas 30 persen seperti Pulang Pisau dengan prevalensi 31,6 persen.
Kemudian, ada Seruyan dengan prevalensi 34,7 persen, Barito Selatan prevalensi stunting 3,6 persen dan bahkan Murung Raya yang menyentuh 40,9 persen. (HERMAWAN DP/Y)









