SEKRETARIS Komisi III DPRD Ka­limantan Selatan Riswandi yang membidang masalah pem­bangunan dan infras­truk­tur, mengungkapkan bahwa Ke­menterian Perhubungan (Kemenhub) berjanji akan melanjutkan pembangunan li­ma pelabuhan Bumi Banua.


“Janji untuk melanjutkan pem­bangunan lima pelabuh­an tersebut disampaikan ketika Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi perhubungan bertamu ke Ke­menhub di Jakarta pekan la­lu,” ujarnya, Rabu (20/4/2016).


Namun, lanjutnya, Ke­men­hub meminta penyelesai­an masalah pembebasan lahan menjadi tanggung ja­wab pemerintah kabupaten.


Kelima pelabuhan di Kalsel yang terhenti pembangunannya yaitu satu di Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan empat di Kotabaru--yang berbatas­an dengan Laut Sulawesi dan Se­lat Makassar.


Pelabuhan di Tala yang me­nan­­ti tindak lanjut pembangu­nan­nya, yaitu Swa­rangan. Pe­labuhan itu sudah mengha­bis­kan dana dari Anggaran Pen­­dapatan dan Belanja Ne­gara (APBN) sekitar Rp80 mi­liar.


Kemudian di Kotabaru ada Pu­lau Marabatuan, Pulau Ma­ta Sirih, serta Serongga.


“Informasi dari Kemenhub, me­reka akan mengajukan ang­garan pada APBN 2017, un­tuk kelanjutan pem­ba­ngun­­an lima pelabuhan di wilayah timur Kalsel itu,” lan­jut mantan pegawai Departemen Keuangan RI tersebut.


“Kita berharap lima pe­la­buhan di wilayah timur Kal­sel, yaitu Tala dan Kota­ba­ru itu terwujud. Karena keberadaan pelabuhan ter­se­but bukan cuma untuk pe­ngembangan pembangunan dae­rah dan ekonomi, tapi ju­ga ketahanan nusantara atau kemaritiman,” demikian Riswandi. (ANT/B-3)