BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS bersama Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan kegiatan Workshop Promosi Diversifikasi Produk Kelapa Sawit di Wilayah Maluku di Ambon baru-baru ini, dibuka dengan musik tradisional Tifa Totobuang dan Tarian Lenso. Terdapat dua materi utama workshop yaitu batik berbasis kelapa sawit dan kerajinan lidi sawit.
"UKM Provinsi Maluku berpotensi untuk dikembangkan karena secara geografis provinsi ini berada di antara dua pulau besar di Kawasan Indonesia Timur (Pulau Papua dan Pulau Sulawesi) serta dilalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebagai salah satu jalur perdagangan dan pelayaran," kata Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah dalam rilisnya pada Rabu, 25 Oktober 2023.
Selain itu, katanya, peran komoditi kelapa sawit sebagai salah satu produk unggulan Indonesia tidak terbatas hanya untuk pemenuhan industri pangan dan energi saja, namun juga menembus sektor kreatif seperti industri batik dan kerajinan.
"Produk turunan kelapa sawit berupa stearin bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan perintang atau malam batik untuk industri batik, sementara lidi kelapa sawit dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan anyaman bernilai seni tinggi," tuturnya lagi.
--page
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Perwakilan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon,Tim dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik dan 30 peserta UKM Provinsi Maluku. (TESTI PRISCILLA/j)









