PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Indonesia menduduki peringkat ketiga untuk jumlah perokok terbesar dari jumlah perokok dunia dan nomor satu di ASEAN (4,8 persen) setelah Cina (30 persen ) dan India (11,2 persen).

Hal ini dikatakan oleh, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Suyuti Syamsul mengatakan berdasarkan Data Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2011, menunjukkan bahwa prevalensi merokok di lndonesia adalah sebesar 36,1 persen (6,74 persen laki-laki dan 4,5 persen perempuan).

"Rata-rata jumlah batang rokok yang dikonsumsi pada 2010 adalah 10 batang per hari (10 batang pada laki-laki dan 6 batang pada perempuan)," katanya, Rabu, 25 Oktober 2023.

Berdasarkan WHO 2010, data hasil dari Global Report on NCD (Non Communicable Disease) menunjukkan bahwa persentase kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) menempati proporsi yang cukup besar yaitu 63 persen.

"Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial bagi pengusaha rokok dan menduduki peringkat ketiga dunia karena adanya kebebasan bagi pengusaha rokok untuk mengiklankan, mempromosikan, dan mensponsori berbagai kegiatan di masyarakat," jelasnya.

Ia juga menambahkan, rokok dapat dijual bebas secara eceran terhadap anak-anak. Merokok menimbulkan beban kesehatan, sosial, ekonomi, dan lingkungan tidak saja bagi perokok tetapi bagi orang lain. (MARINI/R)