BORNEONEWS, Palangka Raya - Konsumsi rokok di Indonesia naik 7 kali lipat dari 33 miliar batang menjadi 240 miliar batang.
Dengan tingkat konsumsi 240 miliar batang per tahun sama dengan 658 juta batang rokok per hari, atau sama dengan senilai uang 330 miliar rupiah dibakar oleh para perokok Indonesia setiap hari.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul mengatakan dampak rokok mempengaruhi tingkat ekonomi. Kemudian, terdampak juga bagi kesehatan tubuh.
"Pada 2010 penerimaan negara dari cukai tembakau adalah sebesar 55 triliun, sementara pengeluaran makro akibat tembakau adalah sebesar 245,41 triliun," katanya, Rabu, 25 Oktober 2023.
Tentunya pemasukan dan pengeluaran negara sangat tidak sebanding. Oleh karena itu ia mengharapkan, pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat harus melakukan upaya pengendalian tembakau.
"Termasuk rokok sebagai akibat tingginya penyakit tidak menular terkait dampak tembakau," bebernya.
--page
Ia memberitahukan, rokok terbukti sebagai faktor risiko utama penyakit stroke dengan kecenderungan kesakitan sebesar 12.1 persen, hipertensi 31,7 persen, dan penyakit jantung 0,3 persen. (MARINI/R)








