BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul mengatakan penyakit akibat rokok dan dapat menyebabkan terjadinya penyakit tidak menular (PTM) seperti gangguan pernapasan (PPOK, Asma), penyakit jantung, stroke dan kanker paru.
Pencegahan PTM dampak rokok terlebih penting, menyasar sampai anak sekolah. Hal ini menurutnya untuk melakukan pengendalian dampak bahaya rokok khususnya bagi anak sekolah.
Termasuk menyediakan layanan upaya berhenti merokok di sekolah sebagai ujung tombak dalam upaya promotif dan pencegahan.
"Diperlukan peran guru dan Petugas Kesehatan di Puskesmas akan menjadi lebih optimal dalam konseling, bagaimana cara menghindari untuk menjadi seorang perokok terutama bagi kalangan anak sekolah," katanya, Rabu, 25 Oktober 2023.
Kemudian, ia juga mengutarakan bagi yang sudah terlanjur menjadi perokok adalah bagimana cara berhenti dari ketergantungan merokok.
Maka diperlukan solusi dan upaya bersama untuk menanganinya baik itu orang tua, guru, bahkan tenaga kesehatan.
"Kita bersama-sama untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang sehat. Karena rokok ini dapat menggangu kecerdasan kognitif, bersama dengan peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan maupun penyakit jantung, stroke dan kanker paru." tutupnya. (MARINI/R)








