BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kapal susur sungai seharga Rp1,6 milliar karam di Pelabuhan KP3 Kapuas.


"Sekitar pukul 10:35 wib ada laporan dari tim penjaga kapal bahwa kapal miring dan pihaknya berencana memanggil pihak Dinas Pemadam Kebakaran untuk menyedot air. Kapal sudah karam," kata Kepala Dinas Disporabudpar Kapuas Tatang Lesmana, Kamis(21/4/2016).


Semula kapal ini untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Kapal susur sungai ini merupakan aset daerah Kabupaten Kapuas yang baru dirilis pada 2013, namun tidak pernah digunakan.



Tatang menjelaskan, bentuk kapal ini tidak sesuai perencanaan. Kalau berjalan saja sudah miring, sehinga sangat rawan terjadi kecelakaan. Akibatnya pihaknya hanya melabuhkan kapal tersebut di Pelabuhan KP3. Di pelabuhan itu ada petugas yang bertugas siang dan malam untuk menjaga kapal.


Biasanya kalau ada kebocoran pada kapal langsung ditambal. Namun saat kapal, itu karam, petugas sedang tidak berada di tempat kerana mengantarkan anaknya pulang ke rumah. Selang satu jam lebih, petugas itu kembali ke pelabuhan, namun kapal sudah tenggelam. Jika tidak ada tali yang diikatkan pada pelabuhan, kemungkinan kapal itu sudah tenggelam ke dasar Sungai DAS Kapuas.


"Memang pengelolaan kapal susur sungai akan diserahkan kepada pihak ketiga. Banyak peminat ingin naik kapal ini. Hanya saja desain kapal tidak sesuai standar kelaikan, baik itu dari bodi kapal dan mesin penggerak yang diketahui barang bekas, akibatnya tidak jadi dikelola oleh pihak swasta," ungkapnya. (DJEMMY NAPOLEON/m)