PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Citra Borneo Indah atau CBI Group telah merumuskan program strategis keberlanjutan yang diterapkan pada seluruh aktivitas dan operasi Perusahaan.

Hal ini disampaikan dalam rilis yang dikirimkan Klinik Bisnis terkait kunjungan kerja atau Kunker Wapres RI ke Pangkalan Bun dilakukan selama dua hari yaitu pada 24-25 Oktober 2023, salah satunya untuk meresmikan Hotel Mercure Pangkalan Bun dan berkunjung ke Gedung Abdul Rasyid Tower, yang saat ini telah menjadi icon baru di Kabupaten Kotawaringin Barat.

"Strategi keberlanjutan Perseroan mengintegrasikan seluruh aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Perusahaan atau LST yang berfokus pada tiga aspek, yaitu People, Planet dan Profit," kata Pengusaha Nasional asal Kalteng dan Owner CBI Group, H Abdul Rasyid AS dalam rilis yang dikirimkan Tim Klinik Bisnis pada Kamis, 26 Oktober 2023.

Sejak 2017, CBI Group berinisiatif untuk mendorong pekebun swadaya sekitar menerapkan praktik sawit berkelanjutan melalui pendampingan sertifikasi Roundtable Sustainable Palm Oil atau RSPO kepada Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri atau APKSM dan BumDes Berkah Mulya Jaya Hingga saat ini ada sebanyak 900 pekebun swadaya dengan luasan mencapai 2,300 hektare telah bersertifikat RSPO. 

"Pendampingan yang dilakukan CBI Group ini tidak hanya sebatas mendapatkan sertifikat RSPO, namun bagaimana perusahaan bisa berkontribusi dalam peningkatan kapasitas dan keterampilan pekebun swadaya, peningkatan produktivitas hasil panen yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan pekebun swadaya binaan," tuturnya lagi.

Dibidang lingkungan, CBI Group berfokus pada praktik bisnis berwawasan lingkungan, di mana Perusahaan melakukan berbagai inisatif hijau seperti memanfaatkan limbah sawit sebagai sumber energi terbarukan, integrasi sawit-sapi untuk penggunaan pupuk organik dan ramah lingkungan.

"Yang tak kalah penting, sejak tahun 2016, SSMS sebagai unit bisnis CBI Group berkolaborasi dengan Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF menyediakan lahan seluas ± 2,000 hektar untuk area konservasi Orangutan dengan kapasitas 200 individu di Pulau Salat, Kabupaten Pulang Pisau," terangnya lagi.

Area konservasi yang telah menampung sekitar 121 individu ini menurutnya telah berhasil melepasliarkan 53 individu ke taman nasional.

"CBI Group bersama 5 Kelompok Tani Hutan atau KTH di Kalimantan Tengah menjalin kemitraan dalam bidang penjagaan hutan kemasyarakatan," katanya lagi.

--page

Melalui kemitraan ini, lanjutnya, CBI Group turut berkontribusi dalam melestarikan kawasan dengan nilai konservasi tinggi beserta keanekaragaman hayati yang ada di kawasan tersebut, mengingat adanya potensi ancaman perusakan yang tinggi akibat kebakarahn hutan, perambahan dan illegal logging. (TESTI PRISCILLA)