PEREMPUAN memi­li­ki peran strategis­ dalam membang­un­ generasi pene­rus bangsa melalui pem­ben­tukan karakter, berak­h­lak mulia guna terwujudnya keluarga cerdas, sehat dan sejahtera.


“Seiring dengan hal ini ma­ka kualitas perempuan perlu ditingkatkan agar da­lam menjalankan peran­ sebagai subyek membangun­ generasi penerus bangsa melalui pendidikan karak­­ter, kaum perempuan bisa menunjukkan kemampu­an dan eksistensinya,” ujar Bupati Katingan, Ahmad­ Yantenglie saat peringatan Hari Kartini ke-137 di Gedung Selawah Kasongan, Ka­mis (21/4/2016).


Kemajuan peran perem­pu­an yang begitu memba­nggakan bisa berdampak positif dan negatif.


Dampak negatifnya mun­culnya fenomena dishar­mo­nis dalam kehidupan ru­mah tangga akibat dari pe­­nerapan negatif konsep feminimisme dan maskuli­nisme.


“Konsep feminisme memandang perempuan se­ba­g­ai sosok lemah lembut, cenderung tidak berperan dalam pengambilan kepu­tus­an, sedangkan sebaliknya kosep maskulinis­me­ memandang laki-laki se­bagai sosok yang gagah per­kasa serta cenderung se­bagai penguasa,” sebut­nya.


Untuk itu untuk mengan­tisipasi dampak negatif itu harus ada koridor norma agama yang diyakini serta nilai budaya yang menga­tur tata kehidupan masya­ra­kat.


“Sejalan dengan semang­at perjuangan RA Kartini saya mengharapkan perha­tian semua untuk bersama me­ngisi pembangunan di­semua bidang dengan se­lalu menggali potensi dan terus menambah wawas­an yang bermanfaat bagi pem­bangunan di Bumi Penyang Hinje Simpei ini,” imbuhnya.


Perayaan Hari Kartini ke­marin berlangsung me­riah dengan diselingi lomba berbusana kebaya. 

(B-6)