BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kalteng, Hj Sunarti mengatakan, komoditas hortikultura sangat terdampak akibat datangnya musim kemarau.
Jenis sayuran hortikultura yakni sayur-sayuran hijau, seperti sawi, bayam, buah-buahan dan sebagainya, membutuhkan energi ekstra dari petani hortikultura.
Tidak hanya itu, tanaman yang ditanam pada musim kemarau rentan diserang hama seperti belalang, ulat, dan tikus. Makanya petani harus cermat dalam memperhitungkan masa tanam yang cocok pada musim di Kalteng.
"Musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Guna membantu petani dalam mengatasi dampak kekeringan di lahan pertanian, kami memberikan bantuan berupa mesin pompa air masing-masing kabupaten/kota," katanya, Sabtu, 28 Oktober 2023.
Kemudian, untuk upaya pencegahan serangan hama ia mengutarakan dapat dilakukan dengan mengecek secara berkala proses tanaman kalau perlu menggunakan pestisida nabati, lebih aman untuk kesehatan masyarakat.
--page
"Contohnya, kacang panjang di pasaran kini tembus Rp.30.000. Sementara di musim-musim panen harga normalnya tak sampai Rp.10.000. Kondisi seperti ini dialami oleh para petani hortikultura sejak pertengahan September lalu," bebernya.
Selain itu, katanya, diperlukan minat dan kemauan yang kuat dari masyarakat terutama petani milenial, untuk memanfaatkan lahan untuk sektor pertanian. Sehingga, mampu menekan dampak musim kemarau dan kenaikan harga sayuran hortikultura. (MARINI/j)









