PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Eka Aprilianty menyebut bahwa Bahasa Banjar lebih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari di Kalteng, terutama di Ibukota Kalteng, Palangka Raya.

Hal ini disampaikan Eka saat memaparkan makalah kebahasaan dalam perhelatan Kongres Bahasa Indonesia XII pada Rabu, 25 Oktober 2023.

"Bahasa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah Bahasa Banjar," kata Eka.

Hal ini menurut Eka terjadi dikarenakan memiliki kedekatan geografis dengan daerah Kalimantan Selatan yang mayoritas dihuni oleh orang suku Banjar.

"Selain itu juga cukup banyak orang Banjar yang merantau ke Kalimantan Tengah. Bahasa lainnya adalah bahasa Jawa, Bahasa Bugis, Bahasa Batak, dan lain sebagainya yang dibawa pendatang," jelasnya.

--page

Sementara itu dalam rilis yang diterima Borneonews dari Balai Bahasa Provinsi Kalteng disampaikan bahwa untuk mengawali Kongres Bahasa Indonesia atau KBI XII, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau yang dikenal Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kemendikbudristek menyelenggarakan Taklimat Media dan Pameran Kebahasaan dan Kesastraan di The Sultan Hotel and Residences, Jakarta.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Aminudin Aziz. "Sebagai tindak lanjut atas rekomendasi pada KBI XI tahun 2018 sekaligus menjaga momentum penyelenggaraan KBI sebagai forum untuk mengevaluasi dan merancang kebijakan pengembangan dan pembinaan bahasa di Indonesia, Kemendikbudristek melalui Badan Bahasa menyelenggarakan KBI XII di Jakarta pada Oktober 2023," ucap Aminudin Aziz dalam rilisnya. (TESTI PRISCILLA/j)