PEMBALAP MotoGP asal Spanyol, Jorge Lorenzo, resmi berpi­sah dengan Yamaha dan akan memperkuat Ducati pada mu­sim kompetisi 2017 dan 2018.


Hengkangnya Lorenzo dari Yamaha yang telah memberi­nya tiga gelar juara dunia sebenarnya bukan murni keingin­an pria berusia 28 tahun itu. Tetapi ada faktor lain.


Tidak diragukan lagi, alasan utama pembalap kelahiran 4 Mei 1987 itu hengkang ialah perlakuan Yamaha yang lebih meng­istimewakan Valentino Rossi ketimbang dirinya.


Salah satu buktinya, Lorenzo dan Rossi sama-sama memi­li­ki kontrak di Yamaha yang akan berakhir di pengujung mu­sim ini. Namun, tim ‘Garpu Tala’ baru memperpanjang kontrak Rossi untuk dua musim ke depan.


Situasi itu semakin keruh dengan komentar Rossi yang me­nyebut, Lorenzo akan memiliki nyali besar bila berani pin­dah ke Ducati. Lorenzo pun membuktikan kalau ia memang bernyali besar.


X-Fuera--julukan Lorenzo--dan Rossi memang ber­ada dalam satu tim. Namun, ke­dua­nya sering terlibat persaingan, baik saat di arena balap maupun di luar lin­tasan. Puncaknya pada mu­sim lalu, saat Rossi terang-terangan me­nu­ding Lo­re­zo bersekongkol de­ngan pembalap Honda Marc Mar­qu­ez untuk menelikungnya jadi juara dunia.


Karenanya, ber­sama Ducati, Lorenzo ber­tekad membuktikan kehebatannya sekaligus mem­beri gelar pada tim asal Italia itu.

Jika niatnya itu terca­pai, Lorenzo menja­di orang ke­enam yang jua­ra dunia de­ngan dua mo­tor yang berbeda.(ANT/B-3)