OPERASI yang dilakukan aparat gabungan di Lapas Klas IIB Sampit, dalam rangka operasi bersih narkoba (Bersinar) nihil temuan narkoba, namun saat penggeledahan tersebut, aparat menemukan puluhan telepon genggam, senjata tajam (sajam) baik itu berupa pisau maupun anak panah, dan puluhan rekap angka togel. 


“Kami menemukan sajam dan anak panah, yang tentunya sangat berbahaya kalau sampai dibiarkan, dan bisa berdampak pada situasi dalam lapas,” ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan, seusai melakukan razia tersebut, di dalam lapas, Kamis (21/4/2016).


Penyitaan sajam berupa gunting dan pisau rakitan, serta anak panah itu bukan tanpa alasan. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti perkelahian sesama napi, dan juga penyerangan terhadap petugas yang bisa berakibat fatal.


Dengan adanya penemuan rekap togel, hal ini cukup mengejutkan, karena banyak orang yang berpikir para napi ini sangatlah tertutp dan tidak akan bisa berbuat apa-apa, baik itu judi maupun perbuatan kriminal lainnya. 


Namun dengan temuan rekapan angka togel ini menunjukkan bahwa di lapas juga bisa berjudi. Kemungkinan besar banyak dari napi memesan angka melalui telepon genggam yang mereka punya. Sehingga pekerjaan menyimpang tersebut bisa dilakukan.


Selain itu, aparat juga menemukan sekitar 6 telepon genggam. Diduga kuat alat komunikasi ini digunakan untuk bertransaksi togel maupun pengendalian peredaran sabu di dalam rutan.


Berterima kasih


Dengan ditemukannya barang tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas IIB Sampit, Supari mengatakan, pihaknya sudah berbuat maksimal untuk menghindari masuknya barang-barang tersebut. Bahkan ia sudah memerintahkan petugasnya setiap hari untuk melakukan razia. 


Namun tetap saja masih ada barang-barang yang dilarang berada di dalam sel. “Sering kami lakukan razia di dalam lapas, namun masih ada napi yang berhasil memasukkan barang yang dilarang itu,” ungkap Supari. 


Dengan adanya razia ini, ia sangat berterima kasih kepada seluruh petugas gabungan. Karena itu sangat membantu menutup ruang gerak, dan menjadikan Lapas Klas IIB Sampit ini bebas dari tindakan