SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seringnya angkutan berat melintas membuat jembatan Sei Mentawa atau Jembatan Patah, Jalan Kapten Mulyono Sampit, kembali berlubang dan membahayakan pengendara.

Lubang jembatan cukup lebar karena 2 batang kayu lepas membuat pengendara, khususnya roda 2 rawan tergelincir.

"Buatnya patah yang membuat kayu terlepas, karena banyak angkutan yang melintas memiliki beban lebih dari yang ditentukan," kata kata Kepala Dinas PUPR Kotim Kaspul Zein melalui Pengawas Teknis Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kotim Suhardiono, Sabtu, 28 Oktober 2023.

Pihaknya melakukan perbaikan dengan mengganti kayu yang lepas dan memasang pelat besi yang hilang. Padahal 4 bulan lalu pelat besi di titik yang sama baru saja diganti.

Suhardiono mengatakan, jembatan yang terbuat dari kayu itu hanya mampu menopang angkutan berbobot maksimal 8 ton. Namun angkutan melebihi kapasitas sering melintas. Hal tersebut yang menyebabkan jembatan Patah sering mengalami kerusakan.

Sementara itu, warga sekitar yang sering melintas jembatan tersebut mengatakan, lubang jembatan bermula dari lepasnya pelat besi yang diduga terjadi gesekan dan hentakan saat angkutan berat melintas. Lalu disusul kayu yang bautnya sudah lepas pun terjatuh saat roda angkutan berat menginjaknya.

--page

"Saya melihat beberapa bulan lalu dipasang pelat besi baru dan diaspal. Tetapi hanya selang sehari setelahnya, aspal mengelupas. Kalau tidak salah satu bulan lalu pelat besi yang baru dipasang itu longgar. Semakin hari pelat besi lepas lalu kayu di bawahnya ikut lepas, sehingga jembatan berlubang," kata Margono. (DEWI PATMALASARI/R)