BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan BI Kalteng, Taufik Saleh, memberikan informasi bahwa kelompok yang diperkirakan mengalami inflasi menjelang akhir tahun adalah kelompok makanan, minuman, tembakau dan kelompok transportasi (harga bahan bakar minyak dan avtur).
"Inflasi turut dipengaruhi oleh peningkatan permintaan sebagai dampak peningkatan mobilitas menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nataru dan libur akhir tahun," katanya, Minggu, 29 Oktober 2023.
Namun demikian, inflasi Kalteng secara keseluruhan tahun 2023 diprakirakan tetap dalam sasaran inflasi nasional yakni 3,00 persen atau kurang lebih 1 persen (yoy).
Ia menuturkan, inflasi yang terjaga rendah diiringi berbagai upaya sinergi TPID Provinsi Kalteng, Bank Indonesia, Bulog dan berbagai pihak untuk terus menjaga stabilitas harga melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Gerakan ini terus digaungkan sejak triwulan III hingga sekarang.
"Antara lain berupa program Kerjasama Antar Daerah (KAD) komoditas beras karau dan pulen dgn Pemprov Jabar maupun KAD komoditas bawang merah dgn Pemkab Probolinggo," bebernya.
--page
Selain itu, juga dilaksanakan operasi pasar yang rutin dan intensif, bahkan sidak pasar dan pembagian bibit cabai, kemudian disusul penanaman beras IR-42 di Kalteng dalam rangka meningkatkan produksi secara internal.
"Sebagai langkah menekan angka inflasi di akhir tahun," tandasnya. (MARINI/Y)









