BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya menekan angka stunting di Kota Palangka Raya, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DaldukKBP3APM) menggelar program Gerebek Stunting (gerakan berkunjung ke keluarga berisiko stunting) di Kelurahan Sabaru.
Kepala Dinas DaldukKBP3APM, dr. Fitriyanto Leksono menjelaskan bahwa Gerebek Stunting bertujuan untuk fokus pada keluarga yang memiliki potensi melahirkan bayi dengan stunting. Ini mencakup kelompok remaja calon pengantin (catin), ibu hamil, pascamelahirkan dan anak baduta dengan kondisi panjang dan berat badan lahir rendah.
Selama acara Gerebek Stunting, bantuan berupa telur yang dikenal memiliki nilai gizi tinggi, diserahkan kepada keluarga-keluarga berisiko stunting. Hal ini bertujuan untuk mendukung perkembangan anak-anak dalam keluarga tersebut.
"Upaya seperti Gerebek Stunting merupakan langkah konkret dalam mengatasi permasalahan stunting di Kota Palangka Raya, sekaligus mempromosikan kesadaran tentang pentingnya gizi dan perawatan anak-anak dalam komunitas," katanya, Minggu, 29 Oktober 2023.
Tidak hanya memberikan bantuan, acara ini juga menjadi wadah untuk memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya gizi seimbang dan perawatan anak-anak agar mereka tumbuh dan berkembang dengan baik.
--page
Melalui program ini, pihaknya berharap agar warga khususnya orang tua balita dapat lebih memahami pentingnya pertumbuhan anak.
"Ini bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga memberikan pemahaman dan dukungan kepada keluarga untuk mengatasi masalah stunting dan memastikan perkembangan anak-anak berlangsung dengan baik." pungkasnya. (PATHUR/Y)









