BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Taufik Saleh mengatakan bahwa peningkatan harga bensin juga turut menyumbang angka inflasi di Kalteng.
"Peningkatan harga bensin turut terjadi sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM non subsidi per 1 September," kata Taufik pada Minggu, 29 Oktober 2023.
Taufik menjelaskan bahwa Kalteng mencatatkan inflasi gabungan sebesar 0,11 persen hitungan bulan per bulan atau mtm.
Inflasi ini meningkat dibanding Agustus 2023 yang deflasi 0,20 persen mtm.
--page
"Kenaikan harga beras ini sejalan dengan kenaikan harga gabah kering panen atau GKP di tingkat petani," tuturnya lagi.
Sementara itu salah seorang warga, Susani justru mengeluhkan langkanya BBM jenis pertalite di beberapa SPBU dalam waktu sepekan belakangan.
"Pertalite di beberapa SPBU kosong. Bahkan di SPBU yang di Jalan Bukit Keminting itu katanya baru ada Pertalite tanggal 5 November nanti, jadi sekarang kosong," tuturnya.
Kalaupun ada, lanjutnya, seperti di Jalan G Obos Palangka Raya, antreannya sangatlah panjang dan tidak kenal waktu. Baik itu siang, apalagi malam hari.
"Sebenarnya kalau harganya naik ya sudahlah ya, mungkin pemerintah punya kebijakan apa. Tapi kalau kosong ini yang kita jadi kesusahan," cecarnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









