BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Suyuti Syamsul, mengkhawatirkan kondisi kesehatan anak-anak yang bekerja mencari barang bekas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya, Kalteng.
Suyuti mengatakan, risiko penyakit seperti diare, kolera, tifus lebih tinggi ketika seseorang beraktivitas di kawasan tersebut. Apalagi dengan kondisi anak-anak memungut sampah tidak menggunakan sarung tangan, sangat rentan terhadap penyakit demikian.
Untuk itu, dirinya menganjurkan agar anak-anak menjaga kesehatan tubuh, salah satunya dengan menggunakan sarungan tangan dan menjaga kesehatan tangan.
"Tentu saja orang yang memegang benda berupa barang bekas yang sudah dibuang di tempat sampah, memiliki risiko lebih tinggi tertular apalagi kalau tidak memakai sarung tangan," katanya, Minggu, 29 Oktober 2023.
Ia pun memberikan tips sebagai upaya mencegah terjadinya ganguan kesehatan pada anak. Setelah melaksanakan suatu aktivitas, hendaknya membiasakan cuci tangan agar terhindar dari kuman penyakit, sehingga tubuh tetap sehat.
Menurutnya, menjaga kebersihan dan kesehatan diri sangat penting. Bahkan, tidak dapat diabaikan, terutama dalam menjaga kebersihan tangan.
--page
Salah satu cara yang efektif untuk membersihkan tangan adalah mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir.
Cuci tangan pakai sabun atau CTPS dengan air mengalir bukan sekadar rutinitas sehari-hari, tetapi juga merupakan tindakan penting mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan diri.
"Risiko penularan bisa diminimalkan dengan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah menyentuh sesuatu termasuk barang bekas," tuturnya. (MARINI/Y)









