LATIHAN bersama penanggulangan bencana yang digelar Komando Resor Militer (Korem) 102/Panju Panjung memasuki hari ke-4, Kamis (20/4/2016). Sebanyak 300 prajurit memperoleh materi penanggulangan kebakaran bangunan, maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Para prajurit yang berasal dari berbagai satuan di bawah Korem 102/Pjg, termasuk Batalyon Infanteri (Yonif) 631/Antang dan Kodim di seluruh Kalteng itu juga diberikan kesempatan melakukan praktik penggunaan alat dalam simulasi pemadaman karhutla.
Kepala Penerangan Korem 202/Pjg, Mayor Chb Son Son S menuturkan kegiatan pelatihan penanggulangan bencana ini tak hanya diisi dengan materi penanganan karhutla. Peserta juga dilatih mengatasi bencana banjir, tanah longsor, dan lain-lain.
“Tujuannya, para peserta mendapat pemahaman dan skill yang diperlukan, sehingga siap diturunkan kapan saja ke lokasi kejadian sebagai bagian dari personel penanggulangan berbagai jenis bencana,” ungkap Son Son pada Borneonews.
Son Son menambahkan kegiatan ini merupakan salah satu metode memelihara dan meningkatkan kewaspadaan serta kesiapan prajurit dalam mengantisipasi bahaya bencana alam.
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari ini dibuka Danrem 102/Pjg Kol Arh Purwo Sudaryanto, Senin (18/4). Danrem menegaskan, bencana alam dapat timbul secara tiba-tiba sehingga menuntut seluruh pihak selalu siap siaga dalam upaya penanggulangan bencana alam tersebut.
Dia juga mengatakan upaya penanggulangan bencana alam di wilayah jajaran Korem 102/Pjg dilakukan secara terpadu, terkoordinasi dan terencana melibatkan pemerintah daerah, Polri, BPBD, Manggala Agni, Pemadam Kebakaran, Tagana, Dinas Kehutanan, Dinas Kesehatan dan Badan Lingkungan Hidup serta elemen masyarakat lainnya. (TP/B-10)




