Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palangka Raya, Rusliansyah mengatakan pembangunan rumah sakit umum daerah seperti yang direncanakan pemerintah kota harus memenuhi lima pelayanan utama.
“Pembangunan RSUD Kota yang terletak di Kelurahan Kalampangan itu harus menyediakan ruang utama, rawat inap, ruang bedah, UGD, tempat melahirkan, ruang operasi dan ruang lainnya,” katanya di Palangka Raya, Kamis (21/4/2016).
Politisi Golkar itu menilai jumlah layanan yang kini diberikan pihak RSUD belum maksimal sehingga diperlukan pembenahan dan peningkatan di berbagai bidang.
“Sementara ini belum lengkap, seperti ruang rawat inap masih ada tiga ranjang saja. Jenis layanan yang diberikan juga belum lengkap sehingga layanan yang diberikan kepada masyarakat masih terbatas,” katanya.
Dia berharap pembangunan RSUD yang dianggarkan dengan dana sekira Rp17 miliar tersebut dapat meningkatkan kualitas dan jumlah jenis layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya, Tiur Simatupang mengatakan, pembangunan gedung RSUD tersebut akan dibangun bertahap dengan ragam bangunan berlantai satu dan berlantai dua.
“Dengan dana Rp17 miliar itu, pembangunan dan pengembangan RSUD itu kita lakukan bertahap baik itu ruang operasi, ruang UGD maupun ruang bangsal. Sisanya kita bangun kembali pada tahun anggaran berikutny0a,” katanya.
Kawasan RSUD yang memiliki total luas 1,2 hektare itu adalah rumah sakit pertama milik Pemerintah Palangka Raya dan merupakan pengembangan dari puskesmas.
“Saat ini kami juga telah memiliki berbagai jenis alat kesehatan. Namun alat tersebut baru berfungsi sekitar 20 persen karena sisanya belum ada tempat. Pembangunan RSUD itu kita sesuaikan dengan jenis alat yang tersedia,” katanya. (ANT/B-12)


