GUBERNUR Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor menyatakan bahwa masyarakat sangat mengharapkan jaringan rel kereta api (KA) trans Kalimantan segera terwujud.
“Bahkan saya sendiri sering menyanyikan lagu (berjudul) ‘Kereta Malam’, berharap impian daerah ini akan ada kereta api secepatnya terwujud,” ujar dia, Kamis (21/4/2016).
Untuk itu, ia berharap pemerintah pusat mendengar impian masyarakat Kalsel dan segera mewujudkannya.
“Kita sudah berupaya terus mengkoordinasikannya ke pemerintah pusat, bahkan proposal pembangunan rel kereta api sudah kita serahkan untuk segera direalisasikan,” akunya.
Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan pembangunan rel kereta api di Tanah Borneo, dan seperti diungkapkan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, pembangunannya akan dimulai pada 2016.
Menurut Menhub, panjang rel kereta api yang akan dibangun di Pulau Kalimantan sekitar 2.000 kilometer. Dananya berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBN) sebesar Rp25 triliun, dengan jangka waktu lima tahun. Rel kereta api itu akan melalui daerah Kalsel yang terdiri dari 13 kabupaten/kota.
Dikutip dari situs resmi Dinas Perhubungan, rel kereta api trans Kalimantan akan menghubungkan Marabahan-Banjarmasin, Tanjung-Paringin-Barabai-Kandangan-Rantau- Martapura-Banjarbaru-Bandara Syamsuddin Noor di Kalsel, dan Palangka Raya-Pulang Pisau-Kuala Kapuas di Provinsi Kalimantan Tengah.
Kemudian, dari Tanjung, Kalsel, ke Provinsi Kalimantan Timur melalui Tanah Grogot Balikpapan dan Balikpapan-Samarinda, hingga akhirnya ke Provinsi Kalimantan Barat.
(ANT/B-3)








