PEMERINTAH Kabupa­ten Kotabaru dimin­ta memaksimalkan peng­gunaan dana APBN untuk membangun inf­rastruktur jalan.


Pasalnya, bila pembangun­an dan perbaikan jalan hanya men­gandalkan kemampuan APBD Kotabaru, akan ada ba­nyak jalan yang tidak bisa ter­tangani. Mengingat ke­mam­puan keuangan daerah sa­ngat terbatas.


“Dari 1.600 kilometer jalan, ba­ru sebagian kecil yang ber­status jalan nasional dan provinsi sehingga sisanya men­jadi tanggung jawab ka­bupaten,” kata Wakil Ke­tua Komisi III DPRD Kotaba­ru Denny Hendro, Kamis (21/4/2016).


Oleh sebab itu, menjadi satu ke­niscayaan bagi Pemerintah Ka­bupaten Kotabaru untuk me­maksi­mal­kan dan meman­faat­kan peluang dalam pe­ning­katan infrastruk­tur dari pengalokasian APBD provinsi dan APBN yang dananya cukup besar.


Denny mengatakan, dalam hal penyediaan infrastruktur khu­­susnya jalan, di Kotabaru masih sangat banyak yang per­­lu diperhatikan. Teruta­ma jalan di daerah kecamat­an atau terpencil yang jauh da­ri koneksi daerah lain. Seperti Kecamatan Pamukan Selatan, Pamukan Utara, Pa­mukan Barat, Sampanahan, dan Sungai Durian.


Denny juga berkomitmen un­tuk memperjuangkan pem­ba­ngunan jalan di daerah-dae­rah terpencil tersebut, khusus pada tahun anggaran 2017. “Sebagai wakil rakyat dari dapil I, saya merasa ber­tanggung ja­wab memper­juang­kan kepentingan masyarakat di daerah itu, walaupun se­cara umum tetap memper­ha­tikan masyarakat Kotabaru keseluruhan.”


Namun, mengingat mendesaknya kebutuhan akan jalan sebagai salah satu urat nadi per­ekonomian masyarakat di pe­dalaman,

Denny meng­usul­kan agar prioritas pemba­ngun­an jalan untuk anggaran 2017 difokuskan di dapil I.


Selama ini, sambungnya, ke­beradaan jalan di daerah tersebut terabaikan. Sehing­ga wajar bila pada 2017 nanti difokuskan untuk pe­­ningkatan jalan yang kon­di­sin­ya kini mempe­ri­hatinkan. Khususnya jalan di delapan desa di Kecamatan Pa­mukan Selatan.


Pada kesempatan berbeda, Bu­pati Kotabaru Sayed Jafar da­lam pidatonya pada sidang paripurna penyampaian LKPj tahun anggaran 2015 ke hadapan ang­gota DPRD, menyebutkan bahwa per­kembangan pena­nga­n­an ja­lan sudah mencapai 57,64%.

Meski terjadi peningkatan pan­­jang jalan dalam kondisi baik sebesar 8,22%, belum semua jalan dalam kondisi baik. (ANT/B-3)