PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Seksi Penyedikan Penyakit Hewan Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Palangka Raya, drh Agnes mengatakan apabila tergigit hewan penular rabies contohnya kucing, maka segera cuci luka gigitan dengan sabun di bawah air mengalir.

Lalu laporkan ke rabies center untuk menerima Vaksin Anti Rabies (VAR). Kemudian, ia juga memberitahukan untuk hewan yang menggigit diobservasi apabila mati sebelum 14 hari agar dipotong kepalanya, kemudian kirim ke laboratorium provinsi untuk diperiksa apakah positif rabies atau tidak.

Ia juga menyampaikan, bahwa virus rabies apabila tidak ditangani dapat menyebabkan kematian. Secara medis katanya virus rabies menyerang susunan saraf pusat pada manusia.

"Rabies berisiko tinggi menyebabkan kematian, terutama jika virus sudah menginfeksi otak. Oleh sebab itu, penanganan harus cepat diberikan. Vaksin rabies mengandung virus rabies yang telah dilemahkan," katanya, Selasa, 31 Oktober 2023.

Vaksin ini akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi yang akan membunuh virus rabies.

Menurutnya, vaksin rabies diberikan sebagai pencegahan, terutama pada orang yang berisiko tinggi terpapar virus rabies.

"Vaksin rabies juga dapat diberikan kepada orang yang baru dicakar atau digigit hewan yang berisiko membawa virus rabies. Dosis vaksin akan disesuaikan dengan kondisi pasien apakah ia sudah atau belum pernah menerima vaksin rabies," jelasnya.

Ia juga memberitahukan, hewan penular rabies yang dominan yakni anjing, kucing, kera dan kelelawar. (MARINI/R)