BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kebakaran melanda rumah Katirun di Jalan R. A kartini Simpang 3 Antirda, Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat (22/4/2016). Pelangsir bahan bakar minyak (BBM) menjadi penyebab kebakaran itu.
Anggota Satuan Pemadam Kebakaran (Sat Damkar) Kobar Rizki Dwi Fachrozie kepada Borneonews, menjelaskan pada peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB ini sebenarnya tidak dilaporkan masyarakat ke pihaknya.
"Saat itu ada rekan kita anggota Sat Damkar Kobar yang kebetulan lewat didekat lokasi saat berangkat ke kantor. Mengetahui ada kebakaran, ia segera menghubungi kantor untuk meminta bantuan mobil damkar," jelasnya
Menanggapi laporan tersebut, anggota Damkar Kobar yang bertugas piket hari itu segera bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit mobil.
"Setelah beberapa saat dilakukan pemadaman, akhirnya api bisa dipadamkan dan sebagian besar bagian rumah berhasil diselamatkan. Kerusakan terlihat terjadi di bagian dapur dan garasi. Selain itu satu unit mobil Kijang Super KH 152 R hangus terbakar," jelasnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Sabarudin yang saat kejadian itu turut berada di TKP, menjelaskan kronologis peristiwanya.
"Berdasarkan penuturan pemilik rumah yaitu Katirun, saat itu ia sedang mengeluarkan bensin dari tanki mobil di garasi yang terletak di samping rumah. Karena ia ditempat tersebut juga membuka usaja berjualan bensin eceran," jelasnya.
Rupanya pada saat yang sama, istri Katirun sedang memasak di dapur yang terletak persis di samping garasi.
"Saat bensin dikeluarkan, tiba-tiba api yang berasal dari komor yang posisinya persis di samping dinding garasi yang terbuat dari kayu tiba-tiba menyambar uap bensin yang keluar saat proses pemindahan dari tanki ke jeriken," jelasnya.
Akibatnya, lanjut Sabarudin, dengan cepat api melalap bagian garasi rumah dan dapur. "Untunglah api bisa segera padam sehingga sebagian besar rumah berhasil selamat. selain itu, tidak ada korban jiwa dan luka dalam kejadian tersebut," jelasnya. (WAHYU KRIDA/m)








