KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas telah melakukan kegiatan pelatihan persiapan layanan dan penyegaran tatalaksana TBC Resistan Obat (RO) di RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas.

Peserta pelatihan berjumlah 23 orang terdiri dari manajemen rumah sakit Bidang Pelayanan Medik, Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis Jiwa, Dokter Umum, Perawat Ruang Rawat Jalan Poli TB, Perawat Ruang Rawat Jalan Poli Anak, Perawat Rawat Inap Ruang Isolasi, Laboratorium, Instalasi Farmasi, Tim IT, dan petugas PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, dr. Tonun Irawaty menyampaikan kegiatan ini bertujuan mempersiapkan fasyankes seperti rumah sakit untuk menerima pasien dengan diagnosa TB-RO dan mampu ditangani di RSUD Kapuas saja.

"Tuberkulosis Resistan Obat (TBC-RO) merupakan penyakit yang berdampak pada kesehatan masyarakat, dengan jumlah kasus yang semakin meningkat, sehingga memerlukan upaya penanggulangan yang komprehensif dari semua pihak," katanya, Rabu, 1 November 2023.

Pemberi materi pelatihan ini yaitu dr. Aina Nurlaila, Sp.P selaku Dokter Spesialis Paru yang bertugas di RSUD Kapuas, Perwakilan dari Global Fund, dr. Jeanette Siagian, Sp.P, selaku Dokter Spesialis Paru RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, dan dr. Aris dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng.

dr. Aina Nurlaila selaku Dokter Penanggung Jawab Pelayanan UPF. Paru yang bertugas di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menyampaikan presentasi tentang alur pelayanan kesehatan kepada pasien TB-RO di Rumah Sakit Kabupaten Kapuas baik layanan rawat jalan maupun rawat inap.

Tuberkulosis disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (M.TBC). TB dapat disembuhkan dengan pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang tepat. 

--page

Namun kuman TB dapat berkembang menjadi Resistan Obat (RO) atau kebal terhadap OAT, salah satunya dikarenakan ketidakpatuhan pengobatan. 

Munculnya resistansi terhadap OAT telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di sejumlah negara dan menjadi ancaman dalam pengendalian TB. (DODI/R)