PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengusaha kue kering di Kota Palangka Raya mulai mendatangkan kue kering dari luar Palangka Raya memasuki bulan November menjelang Natal dan Tahun Baru ini.

"Kami datangkan kue-kue kering ini dari Jawa, ada juga yang dari Banjarmasin untuk kue yang rentan pecah seperti nastar, kukis mete, dan lainnya," kata Pemilik Toko Rajawali, Jalan Garuda, Lani kepada Borneonews pada Rabu, 1 November 2023.

Meski kebanyakan kue kering didatangkan dari Jawa dan Banjarmasin, Lani mengaku tetap ada kue-kue yang dibeli dari pembuat kue lokal.

"Ada juga yang kami beli di Palangka Raya ini, yang dibuat oleh UMKM rumahan seperti amplang," tutur Lani lagi.

Sementara itu sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Taufik Saleh mengatakan bahwa pada momentum akhir tahun ini komoditas makanan jadi seperti kue kering diprediksi mengalami peningkatan permintaan.

"Momentum akhir tahun, terutama terkait Nataru biasanya diikuti peningkatan permintaan atas komoditas makanan jadi, seperti kue kering dan aneka makanan serta barang pengisi bingkisan atau hampers," kata Taufik.

--page

Karena itu perlu diantisipasi agar pasokan tepung terigu, gula pasir dan minyak goreng tetap terjaga, sehingga tidak terjadi kenaikan harga yang berlebihan.

"Berdasarkan survei PIHPS, beberapa komoditas yang menunjukkan peningkatan harga saat ini yakni beras, aneka cabai, serta gula pasir," tuturnya lagi.(TESTI PRISCILLA/R)