BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyatakan perang terhadap narkoba, selain melakukan tes urin terhadap pegawai negeri sipil (PNS). Pemerintah juga memprogramkan tes urine semua pelajar SMA di daerah itu.


“Saya instruksikan kepada semua kepala sekolah untuk menyediakan anggaran untuk tes urin siswa. Ini instruksi,” kata Sekretaris Daerah Kotim, Putu Sudarsana dihadapan ratusan pelajar saat pembukaan pekan olahraga pelajar kabupaten di Stadion 29 Nopember Sampit, Jumat (22/4/2016).


Peredaran obat-obatan terlarang seperti zenith, sabu-sabu dan obat-obatan lainnya marak di Kabupaten Kotim. Parahnya, obat-obat terlarang yang dapat merusak generasi bangsa tersebut sudah masuk ke semua lini, tidak terkuali kalangan pelajar.


Permasalahan yang dihadapai bangsa saat ini adalah narkoba. Masalah ini harus mendapat perhatian semua pihak terutama kalangan pendidik agar berperan aktif mengawasi siswanya agar tidak terlibat narkoba.


Menurutnya, para pelajar rentan menyalahgunakan narkoba, akibat pengaruh lingkungan dan pergaulan bebas.


Menangani kasus narkoba memang diperlukan kebersamaan. Sebab, orang yang telah kecanduan narkoba sulit dipulihkan. Karena itu para guru dan pembina sekolah harus menjaga para siswanya agar terhindar dari barang mematikan tersebut.


Seperti di9beritakan sebelumnya, hasil pengungkapan Badan Narkota Nasional Provinsi Kalimantan Tengah ada empat kabupaten yang tertinggi kasus penyalahgunaan narkoba. Empat kabupaten itu yakni Kota Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur dan Gunung Mas. Diantara empat kabupaten tersebut, Kabupaten Kotim menempati urutan nomor satu tertinggi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.


Data BNN Provinsi Kalteng, jumlah pengguna narkoba di provinsi ini dari tahun ke tahun cukup tinggi dan terus meningkat. Pengguna narkoba pada 2004 terdata sebanyak 21.863 orang, 2008 sebanyak 26.237 orang, 2011 sebanyak 34.543 orang, 2012 sebanyak 35.484 orang dan 2014 sebanyak 35.811 orang. (RAFIUDIN/m)