BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjelang Natal dan Tahun Baru yang dirayakan di bulan Desember pesanan kue-kue kering pun sudah mulai berdatangan dan masuk ke para pembuat kue kering.
"Kita pesan juga sama pembuat kue kering UMKM di Palangka Raya sehingga bisa disediakan untuk kami jual di toko," kata Lani, Pemilik Toko Rajawali yang menjual aneka kue kering di Palangka Raya pada Kamis, 2 November 2023.
Menurut Lani, selain melakukan pemesanan dengan UMKM lokal, dirinya juga memesan dari Jawa dan Banjarmasin.
"Sebagian besar kue-kue memang kami pesan di Jawa, ada juga yang dari Banjarmasin. Tapi tetap ada yang kami pesan di sini dan memang katanya pesanan sudah mulai banyak makanya kami pesan duluan," terangnya.
Sementara itu, Rosaline, salah seorang pembeli di Toko Rajawali pada kesempatan yang sama mengaku memang lebih suka beli kue-kue kering kiloan.
--page
"Sudah seperti tradisi ya untuk saling berkunjung makanya kita siapkan suguhan juga. Paling praktis memang kue kering. Tapi kalau kiloan begini kan kita bisa pilih banyak variasi walaupn belinya sedikit-sedikit saja sebenarnya tapi macamnya banyak," kata Rosaline.
Rosaline mengakui bahwa membeli kue kiloan memang lebih mahal jika dibandingkan membuat sendiri. Namun di sisi lain dirinya bisa mendapat banyak varian dengan mengeluarkan sejumlah uang.
"Kalau dihitung-hitung jelas lebih mahal beli. Tapi kan kalau bikin sendiri, selain waktunya susah, kita juga susah juga punya banyak variasi,yang ada malah variasinya sedikit tapi jumlahnya banyak. Kalau beli kiloan gini kan paling beli satu atau dua ons untuk satu jenisnya tapi kita bisa beli beberapa jenis dan bisa disesuaikan dengan keuangan," tutupnya.
Sementara itu sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Taufik Saleh mengatakan bahwa pada momentum akhir tahun ini komoditas makanan jadi seperti kue kering diprediksi mengalami peningkatan permintaan.
"Momentum akhir tahun, terutama terkait Nataru biasanya diikuti peningkatan permintaan atas komoditas makanan jadi, seperti kue kering dan aneka makanan serta barang pengisi bingkisan atau hampers," kata Taufik.
Karena itu, lanjut Taufik, perlu diantisipasi agar pasokan tepung terigu, gula pasir dan minyak goreng tetap terjaga, sehingga tidak terjadi kenaikan harga yang berlebihan.
"Berdasarkan survei PIHPS, beberapa komoditas yang menunjukkan peningkatan harga saat ini yakni beras, aneka cabai, serta gula pasir," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/j)









