PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - DPRD Kalteng menggelar rapat paripurna ke 6 masa persidangan III tahun sidang 2023, Kamis, 2 November 2023.

Rapat ini beragendakan mendengarkan pandangan umum fraksi-fraksi pendukung DPRD Kalteng terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kalteng tahun anggaran 2024.

Rapat dipimpin Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Jimmy Carter dan dihadiri oleh anggota DPRD Kalteng dari 7 fraksi pendukung dan Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo serta unsur lainnya.

"Rapat paripurna kali ini kita akan mendengarkan pandangan umum dari fraksi pendukung dewan terhadap RAPBD Kalteng tahun anggaran 2024," kata Jimmy Carter ketika membuka jalannya rapat.

Pandangan umum fraksi-fraksi pendukung dewan terhadap RAPBD Kalteng tahun anggaran 2024 itu pun dimulai dari Fraksi PDIP yang disampaikan oleh juru bicara fraksi yakni Suhardi.

Secara garis besar, Suhardi menyampaikan APBD merupakan instrumen untuk meningkatkan pelayanan publik serta kesejahteraan rakyat sesuai dengan tujuan mendasar dari pelaksanaan ekonomi yang luas.

"APBD juga merupakan jaminan dari niat pemda untuk mewujudkan sinergitas, upaya pemulihan dan peningkatan ekonomi daerah. Maka dari itu APBD harus disusun secara riil untuk mewujudkan itu," ucapnya.

Selain itu, Suhardi juga menyampaikan berkaitan dengan evaluasi APBD Kalteng sampai semester III tahun anggaran 2023, sebab ada sejumlah capaian yang belum maksimal.

Target anggaran APBD 2023 sampai bulan Juli 2023 pendapatan daerah yaitu sebesar Rp2,7 triliun lebih atau 43,36 persen sedangkan target berdasarkan APBD perubahan sebesar Rp6,3 triliun lebih.

"Kondisi inilah yang harus mendapat prioritas perhatian pemda dalam menggali pendapatan daerah melalui instansi tekait untuk berupaya meningkatkan kinerja agar sisa waktu efektif tahun ini mampu mencapai target itu," imbuhnya.

--page

Selanjutnya, ia pun menyampaikan berbagai saran dan masukan agar dikemudian target dalam APBD bisa dicapai bahkan lebih serta kinerja pemerintah supaya lebih ditingkatkan, sehingga pelaksanaan pembangunan bisa terus dilakukan berkelanjutan.

Kemudian pemandangan umum ini pun dilanjutkan oleh Fraksi Golkar, Demokrat, Gerindra, Nasdem, GP4H, dan PKB yang disampaikan juru bicara masing-masing secara bergantian. Fraksi-fraksi inipun secara umum dalam pandangannya memberikan saran dan masukan. (DONNY D/R)