DIREKTORAT Intelijen dan Keamanan Polda Kalimantan Tengah menggelar sosialisasi anti gerakan radikal bagi kalangan remaja khusus pelajar sekolah menengah atas.
Kabag Analisis Dit Intelkam Polda Kalteng AKBP Kisnadi di Kuala Pembuang, Kamis (21/4/2016), mengatakan, kegiatan ini dilakukan mengingat gerenasi muda merupakan golongan yang mudah terkena pengaruh negatif dari luar, salah satunya adalah gerakan radikal.
“Tujuan kegiatan ini digelar agar pelajar SMA di Kalteng mendapat bekal untuk memahami lingkungan sekitarnya sehingga tidak mudah terpengaruh aliran yang berkonotasi radikal,” katanya.
Ia melihat, kondisi mental yang masih labil, sibuk dengan pencarian identitas atau jati diri, bersemangat untuk mencari sensasi dan memperbaiki sesuatu serta punya rasa kebersamaan yang kuat, menjadi alasan mengapa para pemuda sering menjadi sasaran rekrut gerakan radikal yang banyak mengatasnamakan agama.
“Karena itu dalam sosialisasi kita sangat menekankan pentingnya mendalami agama secara benar sehingga para pemuda tidak terjebak dalam cara berpikir kelompok radikal yang mengklaim bahwa paham merekalah yang paling benar dan menganggap mereka yang tidak sepaham semunya salah,” katanya.
Menurut dia, semakin meluasnya embrio paham radikal yang berkembang saat ini membuat masyarakat harus waspada.(ANT/B-11)


