PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Umum DAD Kalteng Agustiar Sabran melalui Ketua Harian Andrie Elia menekankan pentingnya membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif di Kalteng.

Ia menyatakan bahwa Kalteng adalah huma betang, tempat di mana berbagai suku, ras, dan agama hidup bersama dalam damai dan rukun. 

Elia mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun masyarakat yang kuat dan memajukan bangsa, dengan mengutamakan kesatuan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kalteng adalah sebuah huma betang, dimana huma betang sukunya adalah hidup rukun damai tanpa memandang suku ras agama, mari kita bersama-sama membangun masyarakat, memberdayakan masyarakat," kata Andrie Elia saat Rakor pembahasan materi Pumpung Hai Kelembagaan Adat Dayak di salah satu Hotel wilayah Palangkaraya, Rabu malam, 1 November 2023 

Pumpung Hai adalah kegiatan rutin yang diadakan oleh DAD setiap tahun. Andrie Elia menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan seluruh pengurus DAD seKalteng, termasuk perwakilan, damang, mantir sebagai pemangku adat, Batamad, dan berbagai ormas di Kalteng. 

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyatukan persepsi guna mencapai satu visi dalam kehidupan huma betang.

Ketua Panitia rakor, Baru I Sangkai mengatakan rakor ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat kesatuan dan kebersamaan, serta sinergitas antara DAD, BATAMAD provinsi dan kabupaten/kota, serta damang kepala adat di wilayah Kalimantan Tengah.

--page

"Adapun fokus lain dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat peran dan fungsi DAD, Batamad, dan Damang kepala adat, serta meningkatkan sinergi kelembagaan adat dan ormas dayak dalam memelihara dan melestarikan kearifan lokal, serta memfasilitasi penyelesaian sengketa masyarakat adat Dayak," jelasnya. (APRIANDO/R)