PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng mengakui bahwa tingkat kompetensi pekerja Kalteng masih relatif rendah.

“Tantangan para pekerja di Kalteng saat ini adalah tingkat kompetensi yang relatif rendah dibandingkan dengan pekerja luar,” ungkap Kepala Disnakertrans Kalteng, Farid Wajdi saat rangkaian Bimtek Penyusunan Struktur dan Skala Upah di Hotel Neo Palma Palangka Raya, Kamis, 2 November 2023.

 Farid menilai, hal ini yang turut mendorong perusahaan maupun instansi dari Kalteng sering menerima pekerja dari luar daerah.

 "Selama ini kita menerima pekerja dari luar karena untuk pekerjaan tertentu pekerja kita kalah kompetensi dengan mereka,” ungkapnya.

Sebagai langkah untuk mengatasi hal itu, lanjut dia, perlu dilakukan peningkatan kompetensi pekerja lokal Kalteng agar mampu bersaing dengan pekerja dari luar daerah.

--page

Ia menyampaikan, kedepan, pihaknya terus mendorong perusahaan menyusun struktur dan skala upah berbasis produktivitas untuk menjamin kesejahteraan para pegawai.

"Jadi nanti upah ini di atas upah minimum kabupaten, karena dihitung dari segi keterampilannya, kompetensinya, dan masa kerjanya,” tegasnya. (HERMAWAN DP/Y)