PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Enter (LPP Enter) Borneo resmi menandatangi MoU sebagai bentuk kerja sama dengan perusahaan Jepang bernama AIC co.,LTD pada Kamis, 2 November 2023. 

Penandatangan tersebut resmi dilakukan dalam satu rangkaian di acara Graduation Program Vokasi 1 Tahun pada angkatan X di Ballroom Mercure Hotel Pangkalan Bun. 

Ada 492 peserta didik yang wisuda dari 512 peserta pada hari ini. Terdiri dari 262 anak yang sudah bekerja, 36 anak yang nantinya melanjutkan ke perguruan tinggi, dan 18 anak yang melanjutkan berwirahusaha.

Direktur LPP Enter Borneo, Sigit Hariyanto mengatakan bahwa pihaknya berinisiatif untuk membantu mengembangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) semakin baik di Kalimantan Tengah.

"Kita melihat potensi yang ada di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan belum ada lembaga pelatihan yang membuka program tersebut, jadi kita menginisiasi membuka program kerja di Jepang ini merupakan salah satu untuk pengembangkan SDM, meningkatkan IPM Kalimantan Tengah semakin baik," ujarnya. 

--page

Ia menyampaikan, program kerja ke Jepang sudah ke angkatan II dengan target 10 peserta didik dan direncanakan akan berangkat awal tahun 2024.

Secara simbolik melepas salah satu peserta didik yang akan berangkat kerja di Jepang.
Secara simbolik melepas salah satu peserta didik yang akan berangkat kerja di Jepang.

Di tempat yang sama, Direktur Utama atau President of AIC co.,LTD, Katsunori Kobayashi melihat bahwa Kalimantan Tengah, Indonesia memiliki LPP Enter Borneo yang mana kehadirannya sangat penting bagi Jepang.

Di mana kekurangan orang untuk bekerja sedangkan di Indonesia kekurangan lapangan pekerjaan, sehingga Indonesia dan Jepang berada diposisi untuk saling bekerja sama.

"Keberadaan LPP Enter memang menjadi kesempatan bagi kita bisa saling bekerja sama terlebih dengan apa yang kami cari adalah bagaimana caranya suatu daerah," ucapnya.

--page

"Seperti di Pangkalan Bun ini bisa sejahtera dengan membantu dengan memberangkatkan anak-anak yang memang mau bekerja ke Jepang dengan penghasilan yang besar dan kembali ke daerahnya," sambung Kobayashi.

Kemudian, President of AIC co.,LTD menyampaikan bahwa Jepang memiliki budaya yang berbeda dengan Indonesia dan begitupun sebaliknya. Maka, ia berkata kedua belah pihak harus bersama-sama memahami. 

Senada dengan hal tersebut, CEO AIC Indonesia, Mauluda Malik yang juga pernah bekerja di Negeri Sakura, mengungkapkan bahwa yang perlu diperhatikan adalah memahami satu sama lain, disiplin, serta cepat tanggap dalam bekerja.

"Kecepatan bekerja dan ketepatan waktu, jika kedua ini bisa, insyaAllah lancar," ungkapnya. 

Ia juga berpesan kepada pemuda-pemudi seluruh Indonesia terutama Kalimantan bahwa mereka dapat belajar dari negara maju seperti di Jepang untuk bisa kembali membuat Indonesia semakin maju. 

"Selain bekerja, mereka bisa tahu bagaimana bentuk negara maju, seperti kedisplinan tidak buang sampah, kota bersih dari sampah, dan lainnya, sehingga IKN (Ibu Kota Nusantara sebagai ibu kota Indonesia) yang sudah terbentuk mereka bisa menjaga ibu kota dengan baik," jelas Mauluda. 

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Asisten III Sekretaris Daerah Kobar Syahruddin mengatakan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung LPP Enter Borneo di Pangkalan Bun yang menjalin kemitraan bersama AIC co.,LTD.

--page

"Kami siap bekerja sama dan supporting (mendukung) kegiatan LPP Enter Borneo, termasuk program magang dan penempatan kerja di Jepang, ini merupakan suatu terobosan Kalimantan Tengah yang bisa diraih oleh Kotawaringin Barat," katanya. 

Syahruddin berharap, LPP Enter Borneo ke depannya bisa merangkul, melatih, membina dan membantu peserta didik dari Kabupaten Kobar untuk bisa berangkat ke Jepang. 

Dengan adanya kerja sama tersebut dan didukung oleh pemerintah daerah Kabupaten Kobar, LPP Enter Borneo di Pangkalan Bun siap akan membina peserta didik, dan AIC co.,LTD yang akan menentukan lokasi tempat kerjanya di Jepang. (NURITA/j)