PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Bryan Iskandar mengatakan program penanganab inflasi perlu lebih dimaksimalkan oleh pemda baik provinsi, kabupaten dan kota.

Ia menyebut, inflasi khususnya di Kalteng masih terjadi dan sejumlah daerah persentasenya tergolong masih cukup tinggi misalnya saja Kota Palangka Raya berdasarkan data BPS Kalteng terbaru dan itu menjadi pekerjaan rumah yang harus dapat diselesaikan.

"Program penanganan inflasi itu tidak hanya berbicara tentang mengadakan pasar murah atau semacamnya, tapi juga mengoptimalkan sumber daya alam yang ada di daerah," ucapnya, Jumat, 3 November 2023.

Dijelaskannya, mengingat sejumlah kebutuhan pangan masih didatangkan dari provinsi lain hal ini perlu menjadi perhatian, sebab ketika terjadi kendala dalam distribusi maka mengakibatkan naiknya harga bahan pokok.

Maka dari itu, hendaknya sumber daya alam (SDA) di Kalteng bisa dimanfaatkan atau dikelola dengan baik misalnya hasil pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan lain sebagainya guna mencukupi kebutuhan pangan daerah.

"Kuncinya dalam menangani inflasi ini salah satunya yaitu memperkuat program ketahanan pangan, karena inflasi itu terjadi akibat naiknya harga sejumlah pangan. Apa yang ada di daerah ini harus dimanfaatkan agar tidak selalu bergantung dengan provinsi lain," imbuhnya. (DONNY D/R)