PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dua pekerja yang berprofesi sebagai buruh di salah satu perkebunan kelapa Sawit di Desa Sungai Bedaun, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), tewas tersambar petir saat berteduh, pada Jumat, 3 November 2023, sekitar pukul 14.00 WIB.

Dua pekerja asal Lombok, Nusa Tenggara Barat bernama Agus dan Adi itu tewas ditempat kejadian, sementara 2 rekannya yang lain Agus dan Ari dikabarkan selamat, namun harus mendapatkan perawatan di klinik perusahaan setempat.

Insiden memilukan tersebut terjadi ketika korban bersama rekannya yang lain sedang beristirahat bekerja, lantaran hujan turun dengan lebatnya disertai angin kencang dan petir.

Mereka berteduh di bawah pohon, saat itulah petir menyambar dan seketika korban tersungkur.

Informasi yang dihimpun antara korban yang meninggal dan yang selamat jaraknya berjauhan, kurang lebih 100 meter.

--page

"Mereka lagi berteduh di bawah pohon sawit, karena hujan petir. Mereka buruh lepas lagi kerja borong tunas (pruning)," ujar Humas PT Bumi Langgeng Perdanaprada (BLP), Kristopel.

Saat ini jenazah 2 korban di bawa ke rumah duka dan 2 orang pekerja yang selamat tengah mengalami perawatan akibat mengalami trauma karena akibat sambaran petir.

"Dirawat di klinik. Hanya trauma karena kaget dengan kondisi," terangnya.

Peristiwa ini dibenarkan Bhabinkamtibmas Desa Bedaun Aipda AS Mangimbo. Dalam laporannya, diketahui para pekerja merupakan karyawan kontraktor tunas kebun. Korban meninggal dikarenakan tersambar Petir.

"Korban tersambar petir saat Istirahat Kerja di blok. 2 orang meninggal dan 2 orang dirawat di klinik Long Hose. Saat ini kedua jenazah sudah berada di Rt 02 Sungai Bedaun," pungkasnya. (DANANG/H)