HUJAN deras yang terus mengguyur Provinsi Kalimantan Tengah sejak akhir 2015, telah menyebabkan sejumlah daerah dilanda banjir.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi Kalteng bergerak dengan mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 188.44/729/2015 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Banjir Pertama, tertanggal 15 Desember 2015 sampai dengan 13 Maret 2016.
SK tersebut telah diperpanjang dengan Surat Keputusan Gubernur Nomor 188.44/230/2016 tentang Perpanjangan Penetapan Status Siaga Darurat Banjir, tertanggal 13 Maret 2016 hingga 11 Juni 2016.
“Hingga saat ini kabupaten yang telah meningkat statusnya menjadi tanggap darurat bencana banjir antara lain, Kotawaringin Barat, Barito Utara, Barito Selatan, dan Kapuas. Sedangkan kabupaten atau kota lainnya masih berstatus siaga darurat banjir,” ungkap
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Kalteng Marianitha, Jumat (22/4/2016).
Gubernur Kalteng, sambung dia, telah menyalurkan bantuan logistik dan peralatan ke kabupaten/kota yang dilanda banjir melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi.
Stok lama
Di tempat terpisah, Kepala BPBD Kalteng Brigong Tom Moenandaz, mengungkapkan bahwa logistik yang sudah disalurkan ke kabupaten/kota terdiri dari paket lauk-pauk sebanyak 126 dus, pakaian seragam sekolah dasar (SD) untuk laki-laki sebanyak 75 tas, seragam SD untuk perempuan 120 tas, family kit 100 tas, tikar 25 lembar, paket kesehatan keluarga 75 boks, kids ware 100 pcs, selimut 100 lembar, makanan siap saji 35 dus, bantuan sandang 110 pcs, kompor biomassa 40 pcs, serta tenda gulung ukuran 4x6 meter sebanyak 6 lembar.
“Sisa logistik stok lama yang tersedia dan siap disalurkan pada saat terjadi bencana. Per 21 April 2016 juga kita salurkan berupa paket kesehatan keluarga sebanyak 85 pcs, peralatan dapur keluarga 41 pcs, tenda gulung 20 lembar, karung 6 sak besar, dan makanan tambahan gizi sebanyak 242 pcs,” tutup Brigong. (B-3)








