BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka mempertahankan eksistensi kebudayaan bangsa, dibutuhkan peran serta dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat terlebih lagi para penggiat seni dan budaya.
Tidak kalah penting, sekaligus untuk memberikan edukasi melalui pergelaran kebudayaan untuk mencegah dan pengendalian Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).
Untuk itu Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko memberi dorongan motivasi bagi para pengelola sanggar untuk lebih giat membangun dan meningkatkan kreativitas seni budaya Kalteng.
Ia menyakini dengan adanya pergelaran kebudayaan dapat meningkatkan ajang kreativitas, sehingga hal tersebut membuat pencegahan terhadap perilaku yang menyimpang.
"Kegiatan kebudayaan saya harap dilaksanakan sebagai salah satu bentuk upaya untuk mendukung sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS," kata Yuas, Minggu, 5 November 2023.
--page
Ia menambahkan, kegiatan kebudayaan merupakan salah satu upaya bersama dalam mencegah perilaku berisiko, dan untuk menciptakan pemuda Kalteng yang berkualitas.
Menurutnya, pemuda harus menjadi agen perubahan dan influencer dalam mencegah HIV/AIDS, mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, keluarga, dan di kalangan sebaya terkait aktivitas penyebab virus HIV/AIDS.

"Pencegahan penting diawali dengan menghindari perilaku yang berisiko HIV/AIDS. Makin awal kita bisa mencegah maka semakin baik, kegiatan kebudayaan menjadi sarana yang dapat mendorong dinamisasi seni sehingga lebih bermakna," tutupnya. (MARINI/j)









