BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Martha Tilaar Spa Express Pangkalan Bun yang berlokasi di kawasan Bundaran Pramuka, simpang Jalan Ahmad Wongso dan Jalan Bhayangkara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) resmi dibuka, Minggu, 5 November 2023. Acara grand opening ini ditandai dengan pemotongan pita yang berhias ronce bunga melati.
Sebagai brand nasional, bisnis kecantikan Martha Tilaar Spa hadir di berbagai wilayah melalui skema kemitraan waralaba atau franchise dengan menggandeng pengusaha Pangkalan Bun yaitu Ernis Desidistriana, putri dari Pengusaha Nasional asal Kabupaten Kobar, H Abdul Rasyid AS dan Hj Nuriyah.
Grand Opening Martha Tilaar Spa Express Pangkalan Bun ini juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kobar, Harli Saparia Budi Santosa. Kegiatan berjalan santai namun penuh keakraban.
Menurut Ernis Desidistrisna, Owner Martha Tilaar Spa Express Pangkalan Bun, pihaknya hadir di Kota Manis ini dengan mengusung konsep perpaduan antara tradisional yang digali dari nilai-nilai budaya lokal dan perawatan kecantikan tradisional wanita Indonesia.
"Tentunya layanan yang diberikan pada masyarakat pencinta spa di Pangkalan Bun, dikemas cantik higienis dan modern. Bisa dikatakan Martha Tilaar Spa Express ini sebagai salah satu fasilitas terbaik di kota Pangkalan Bun," jelas Ernis Desidistrisna.
--page
Ernis Desidistrisna melanjutkan, selain menjadi sarana kesehatan kebugaran dan kecantikan luar dan dalam, juga sebagai tempat relaksasi bagi masyarakat modern untuk melepas lelah dalam menjalani aktivitas kerja keseharian.
"Kenapa kemitraan ini bisa terjadi, karena saya menilai di Pangkalan Bun, banyak perempuan termasuk saya menilai hingga saat ini, masih belum ada sarana kecantikan yang memiliki treatment seperti yang disajikan Martha Tilaar. Sehingga, banyak juga perempuan yang memerlukan treatment kecantikan dengan kualitas Martha Tilaar, harus berkendara selama 4 jam ke outlet terdekat yaitu di Sampit, Kabupaten Kotim," jelas Ernis Desidistrisna.
Ernis Desidistrisna menuturkan, pihaknya hadir di Pangkalan Bun agar masyarakat pencinta spa dan treatment kecantikan tidak kerepotan lagi harus ke kota lain.
"Keberadaan kami di sini bukan hanya melayani pencinta spa di Pangkalan Bun saja, namun juga bagi masyarakat yang berada di kabupaten terdekat yaitu Sukamara dan Lamandau," jelas Ernis Desidistrisna.
Direktur PT Cantika Puspa Pesona (CPP) yang merupakan bagian dari Martha Tilaar Group, Wulan Tilaar mengatakan, ia sangat bangga bisa bermitra dengan Ernis Desidistrisna untuk membangun bisnis kecantikan ini.
--page
"Karena setelah beberapa kali kami ngobrol dan ternyata, kami memiliki visi yang sama yaitu turut membangun Indonesia. Salah satunya dengan kemitraan ini," ujar Wulan Tilaar.
Menurut Wulan Tilaar, salah satu bentuk kesamaan tersebut adalah dengan memasukkan unsur-unsur kearifan dan kebudayaan lokal dalam perawatan kecantikan.
"Karena Indonesia adalah negara yang kaya dengan rempah-rempah serta jamu tradisional yang khasiatnya sudah dikenal secara turun temurun. Pada Martha Tilaar Spa Express Pangkalan Bun ini, hal tersebut dimanfaatkan, tentunya dengan pengolahan secara modern dan lebih higienis," jelas Wulan Tilaar.
Selain itu, lanjut Wulan Tilaar, kesamaan berikutnya adalah mereka juga memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun SDM lokal khususnya kaum perempuan.
"Karena kami di Martha Tilaar sudah sejak lama memberikan pelatihan pada perempuan hingga ke pelosok untuk memiliki skill menjadi terapis spa profesional. Jadi, usai mengikuti pelatihan tersebut, para perempuan ini akan disalurkan menjadi terapis di seluruh outlet spa Martha Tilaar di seluruh Indonesia dengan kontrak selama 3 tahun," jelas Wulan Tilaar.
Kemudian, lanjut Wulan Tilaar, bila nantinya kontrak kerja telah usai, para terapis spa profesional yang sudah memiliki skill ini dipersilakan untuk memperpanjang kontraknya atau ingin membuka usaha sendiri.
"Karena mereka sudah memiliki skill terapis spa profesional, banyak juga dari perempuan tersebut yang berwirausaha sendiri di kampung halamannya. Karena ilmu pengetahuan yang telah di install pada masing-masing perempuan tersebut sifatnya permanen. Mereka bisa menggunakannya untuk memiliki usaha sendiri untuk menunjang perekonomiannya," demikian Wulan Tilaar menyampaikan. (WAHYU KRIDA/Y)









