BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Jendral Energi Baru dan Terbarukan atau EBTKE Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Yudo Dwiananda Priadi mengatakan bahwa program mandatori biodiesel merupakan salah satu kunci dalam mencapai penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia.
"Program mandatori biodiesel merupakan salah satu kunci dalam mencapai penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia," kata Yudo dalam rilis yang dikirimkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Minggu, 5 November 2023.
Untuk mencapai target zero emission, lanjutnya, di masa depan Indonesia membutuhkan lebih banyak pasokan kelapa sawit.
"Sebagai program mandatori, implementasi biofuel melalui B35 pada tahun 2023 memiliki alokasi dari domestik sebesar 13.15 juta kilo liter," jelasnya.
Kemudian, sambungnya, diharapkan dapat mencapai 13.9 juta kilo liter pada 2025.
--page
"Hingga September 2023, kontribusi domestik dalam B35 sudah mencapai 8,9 juta kilo liter atau 68 persen serta yang diekspor telah mencapai 121.000 kilo liter," beber Yudo.
Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman bahkan dengan tegas mengeluarkan pernyataan yang sangat berani saat berbicara dalam acara Indonesian Palm Oil Conference atau IPOC 2023 di Nusa Dua, Bali pada Kamis lalu.
"No Palm Oil, No Life," demikian pekik Eddy Abdurrachman saat menjadi salah satu pembicara di acara yang dihadiri lebih ribuan orang tersebut.(TESTI PRISCILLA/Y)









