BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kesulitan angkutan untuk mengangkut masyarakat yang menderita sakit parah atau korban kecelakaan menuju rumah sakit guna mendapatkan pertolongan, membuat miris Bambang Hermanto, 40. 


Agar permasalahan warga itu tuntas, warga RT 2 Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ini kemudian bertekad bisa memiliki mobil ambulans sendiri yang bisa dimanfaatkan untuk menolong warga.


Dari kocek pribadinya sebesar Rp180 juta, ia kemudian berhasil mewujudkan mobil ambulans sekitar Desember 2015. Meski masih tergolong baru, mobil tersebut sudah beberapa kali mengangkut warga dan korban kecelakaan menuju rumah sakit.


"Niat saya sebenarnya sederhana saja. Bila kita bersedekah untuk membantu kesehatan orang lain, maka Allah akan membalas dengan menjaga kesehatan saya dan keluarga. Karena itulah kami ikhlaskan ambulans ini digunakan untuk mengangkut warga yang sedang sakit secara gratis," ujar pria yang berprofesi sebagai pemilik ekspedisi muatan kapal laut ini kepada Borneonews.


Dalam mengoperasikan ambulans tersebut, ia bekerjasama dengan beberapa warga Desa Sungai Kapitan. 


"Ada beberapa relawan yang bersedia dihubungi oleh warga dan bersedia menjadi pengemudi ambulance tersebut. Diantaranya saya sendiri, Ustadz Zaki, Harianto, Muhli, Yudi dan Supri. Biasanya warga desa kami menghubungi para relawan tersebut bila membutuhkan pertolongan angkutan menuju rumah sakit," jelasnya. (WAHYU KRIDA/m)