BORNEONEWS, Tamiang Layang - Penjabat (Pj) Bupati Barito Timur, Indra Gunawan memanfaatkan libur akhir pekan untuk berolahraga di Ruang Terbuka Hijau Taman Nansarunai Tamiang Layang, Minggu, 5 November 2023. Pada kesempatan itu dia mengamati kondisi lingkungan sekitar yang di lewati.
"Saya sempatkan jalan jalan jalan-jalan ke arah Ruang Terbuka Hijau (RTH) tadi, dalam perjalanan saya melewati SMA Negeri 1 Tamiang Layang, melewati samping sekolah tersebut yang dulu ada tempat pembuangan sampah, ternyata masih ada beberapa warga yang membuang sampah walaupun sudah diberikan tanda peringatan agar tidak membuang sampah," ungkapnya kepada Borneonews.
Indra Gunawan kemudian langsung menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup agar menanam tumbuhan di sekitar bekas tempat pembuangan sementara (TPS) sampah tersebut supaya masyarakat sungkan membuang sampah kembali.
Berikutnya pandangan Kepala Daerah kemudian beralih ke SMA Negeri 1 Tamiang Layang yang dinilainya sebagai salah satu sekolah favorit Barito Timur.
"Singkat cerita saya mencari jalan untuk masuk ke dalam karena tidak ada satu pun penjaga di sekolah tersebut walaupun ada pos penjagaan pengamanan sekolah. Mata saya langsung melihat ke dalam kelas melalui kaca karena pada hari Minggu ini semua pembelajaran tidak ada," lanjutnya.
Namun Pj Bupati mengaku terkejutnya melihat kaca-kaca yang ada di sekolah tersebut berdebu tebal seakan tidak pernah dibersihkan atau dilap dengan kain.
--page
"Kaca-kaca yang kotor bukan hanya di ruang kelas akan tetapi hampir keseluruhan termasuk di ruang guru apalagi saya melihat di salah satu wastapel berisi sampah bekas botol minuman, tentunya hal ini sangat membuat saya prihatin terhadap pengelolaan sekolah yang begitu megah dan populer di Barito Timur," ujarnya.
"Dalam perjalanan melihat seluruh kelas yang ada, kemudian terhadap pohon rumput tanaman di sekitar juga sepertinya tidak pernah terawat atau disiram oleh anak anak atas perintah dari guru-guru yang ada di sekolah tersebut," lanjutnya.
Indra Gunawan lalu mengitari lingkungan sekolah mencari tempat di mana ruang penjagaan atau rumah jaga guru tetapi tidak menemukan penjaga.
"Saya terkejut karena yang mengisi toren (tandon penampung) air masih saja mengalir dan saya mencari mesin untuk mematikan mesin tersebut tidak saya temukan, sehingga saya berinisiatif mematikan lewat saklar listrik langsung karena hal ini akan berbahaya dan mengakibatkan kebakaran jika mesin air tersebut 24 jam hidup terus menerus," lanjutnya.
Kepala Daerah juga mengaku sangat prihatin karena letak toilet pria dan wanita sangat berdekatan serta hanya di pisahkan oleh satu dinding. Kemudian di dalam toilet tidak tersedia kunci pintu, gayung dan lampu. Bahkan Pj Bupati mengaku toilet itu kotor dan berbau.
--page
"Untuk kondisi lapangan olahraga di sekitar sekolah saya temukan kabel-kabel yang digantungkan saja di pohon diseberangkan di net atau di tiang olahraga, ini sangat berbahaya apabila anak-anak lari-lari atau bermain tersangkut di leher atau di kaki ya akan mengakibatkan kecelakaan pada siswa di sekolah tersebut," ungkapnya.
Terkait kondisi tersebut, Pj Bupati mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Sekda Provinsi Kalimantan Tengah agar SMA/SMK dan guru-guru di sekolah tersebut ditangani secara maksimal.
"Karena sebagai pimpinan daerah saya bertanggung jawab terhadap pelaksanaan mutu pendidikan keberhasilan anak-anak dalam meraih prestasi dan tentunya juga keselamatan dalam belajar mengajar selama mengikuti pendidikan di SMA Negeri 1 Tamiang Layang," tegasnya.
"Jika diperlukan dalam rangka kemajuan pendidikan di Barito Timur, kami akan mengundang seluruh kepala sekolah SMA, SMK, SMP, SD, TK dan PAUD agar ke depan ada solusi dalam penanganan pendidikan di Barito Timur yang kita cintai dan kita banggakan ini," tandasnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Tamiang Layang Istiqomah yang saat dimintai tanggapannya sedang berada di Palangka Raya, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kunjungan Pj Bupati Barito Timur ke SMA Negeri 1 Tamiang Layang. Dia belum dapat menanggapi apa yang disampaikan Pj Bupati, namun berjanji akan bertemu langsung dengan kepala daerah setelah kembali ke Tamiang Layang. (BOLE MALO/Y)









