PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, dari Januari-Oktober 2023 sebanyak 9 orang meninggal dunia karena Demam Berdarah Dengue (DBD).

Ia mengatakan, penyakit ini dapat membuat suhu tubuh pengidapnya menjadi sangat tinggi. Secara umum, gejalanya adalah sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata. Penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aegypti ini tidak boleh dianggap remeh.

"Tahun ini sebanyak 9 orang sudah meninggal dunia, yang sudah terdata Dinkes Kalteng dari masing-masing kabupaten/kota. Hal ini akibat ketika virus demam berdarah menyerang sistem kekebalan tubuh dan setiap organ dalam tubuh akan terkena dampaknya. Itulah sebabnya, bisa mengakibatkan meninggal dunia apabila terkena demam berdarah," katanya, Senin, 6 November 2023.

Ia juga menyampaikan, pasien demam berdarah yang tidak segera diberi penanganan akan mengalami berbagai komplikasi serius, salah satunya adalah kerusakan pembuluh darah dan kelenjar getah bening yang dapat menyebabkan pendarahan atau kebocoran plasma darah.

"Bocornya plasma pada pasien juga bisa menyebabkan syok hipovolemik (sindrom syok dengue). Akibatnya, pasien akan kehilangan banyak cairan meski sudah banyak minum atau mendapatkan cairan infus," tuturnya.

--page

Lanjutnya, jika sudah mencapai tahap ini, sistem organ tubuh akan gagal menjalankan fungsinya, sehingga mengakibatkan kematian atau meninggal dunia pada manusia. Nyamuk Aedes aegypti yang kerap menyebabkan DBD adalah nyamuk jenis betina.

"Penyakit demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba drastis dan bahkan bisa berujung meninggal," jelasnya. (MARINI/j)