BORNEONEWS, Sampit - Kondisi jalan menuju Desa Rasau Tumbuh, Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur rusak parah. Kerusakan itu terlihat di wilayah PT TASK 3 blok M 4 yang merupakan jalan utama menuju ke desa itu.
“Jalan ini sangat padat dilalui warga, termasuk para pedagang dan karyawan PT TASK. Belum lagi para pelajar yang sekolah di desa dari PT NSP dan pelajar SMP di Task 3. Mereka yang ke sekolah harus rela melewati kubangan lumpur,” keluh Ketua Karang Taruna Desa Rasau Tumbuh, Taufiq, Minggu (24/4/2016).
Kerusakan jalan menuju desa itu semakin parah saat musim hujan. Para pengendara roda dua dan roda empat serba hati-hati jika melewati jalan tersebut. Tidak jarang kendaraan warga yang melintas ambles bahkan terjatuh.
Menurut Taufiq, kerusakan jalan tersebut dinilai dapat menghambat ekonomi masyarakat. Sebab jalan itu merupakan akses jalur utama warga Desa Rasau Tumbuh jika ingin ke Kota Sampit ibukota Kabupaten Kotim.
Ia menambahkan, pemerintah desa sebenarnya sudah sering mengajukan untuk perbaikan jalan tersebut sejak 2015 kepada pihak perusahaan yakni PT TASK 3. Namun hingga kini belum ada jawaban dan terkesan diam.
“'Pemdes dan warga serta Karang Taruna Desa yang selama ini bekerjasama membuat kegiatan rutin setiap bulan perbaikan jalan menggunakan jasa rental truk untuk melatrit jalan. Sedangkan PT TASK 3 hanya memberi tanah latrit, Itu juga tidak seberapa. Kalau ada pertemuan dengan pimpinan setempat mereka selalu beralasan belum ada budget untuk pelatritan. Kami berharap pemerintah daerah bisa membantu kami dan pihak perusahaan juga mendukung perbaikan jalan tersebut sampai bisa dilewati dengan nyaman,” harapnya.
Tidak hanya jalan menuju Desa Rasau Tumbuh yang rusak, jalan menuju sejumlah desa lain di Kotim pun butuh perhatian pemerintah agar segera diperbaiki.
“Seperti jalan menuju ke Kecamatan Antang Kalang, jalannya rusak, diperparah hujan deras yang terjadi sehingga jalan jadi bubur. Jalan jadi kubangan dan licin,” kata Bedew, seorang warga Antang Kalang.
Sementara itu, Bupati Kotim Supian Hadi mengatakan pada periode keduanya ini akan terus berupaya membuka keterisolasian wiulayah dengan memperbaiki sejumlah akses jalan di wilayah pelosok Kotim. Selain itu, dia juga berharap perusahaan besar swasta yang berinvestasi di daerah itu ikut membantu perbaikan jalan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Perusahaan kan ada kewajiban membantu masyarakat melalui dana CSR,” katanya. (RAFIUDIN/m))


